Jawa Barat Literat Lahir Batin

Literasi - Upaya meningkatkan sumber daya manusia di Jawa Barat bukan hanya tanggungJawab pemerintah sebagai pemangku kebijakan, tapi  tanggungjawab semua individu sebagai makhluk sosial. Setiap manusia yang hidup didunia ini harus mampu berbagi kebaikan sesuai kadar kemampuannya. Oleh karena itu saya sebagai pemuda yang lahir di Jawa Barat ingin berkontribusi nyata dalam meningkatkan sumber daya manusia berkarakter dan berkualitas dengan harapan predikat insan kamil. Artinya, generasi kedepan harus mampu menguasai disegala bidang dengan membiasakan budaya membaca sebagai wujud menggali khasanah ilmu pengetahuan. Kemudian budaya literasi ini diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

Dian Nopiandi, S.Sos 
Jawa Barat Lahir Bathin tentu menjadi tag line yang harus di dukung segenap warga Jabar hari ini dengan karya-karya yang mendorong Jabar Juara Lahir Bathin. Salah satu karya yang saya tawarkan dan sudah berjalan yakni program literasi. Sebagai  pemuda saya ingin bermanfaat untuk tempat yang melahirkan saya maka kemudian hati saya terpanggil untuk membuat rumah baca Al-Hidayah sebagai ruang pendidikan gratis untuk anak-anak dan masyarakat. 
Kedepan jangan sampai anak-anak tidak bisa sekolah karena alasan ekonomi, hal ini menjadi tanggungjawab saya sebagai putra daerah untuk berupaya membantu saudara-saudara kita yang putus sekolah. Solusi yang ditawarkan oleh Rumah abaca Al-Hidayah adalah dengan membuka perpustakaan berjalan sebagai pelayanan pendidikan dengan begitu sedikit demi sedikit mindset bisa dibangun serta menjadikan masyarakat berpikir bahwa pendidikan itu begitu penting. 

Kemudian dengan segala keterbatasan baik itu ekonomi, infrastruktur dan lain-lain tidak memutuskan semangat saya untuk berbagi kebaikan lewat menyebarkan budaya membaca. Saya memanfaatkan waktu kosong untuk pergi ke sekolah-sekolah pelosok untuk memotivasi anak-anak supaya punya cita-cita tinggi supaya kedepan anak-anak desa bisa bersaing dengan semakin ketatnya persaingan kerja. Sehingga budaya baca ini bisa membuat mereka terbuka wawasannya.

Tanah pasundan adalah tanah yang ramah dengan beragam budaya di dalamnya, tentu harus kita rawat dan pelihara supaya budaya ini tidak luntur dikemudian hari. Ada fenomena yang menarik terjadi dikampung saya tepatnya Kp. Tanjungmukti Desa Girimukti Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur hampir semua ibu rumah tangga merasakan kerja di Arab Saudi karena salah satunya faktor rendahnya pendidikan. 

Rata-rata alasan mereka pergi bekerja ke Arab Saudi ingin meningkatkan ekonomi dan menyekolahkan anak-anaknya. Sehingga tradisi ini turun temurun ke anak-anaknya sampai keluarga, tentangga dan masyarakat lain. Tidak sedikit dari keluarga TKW anak-anaknya bisa sekolah sampai perguruan tinggi, namun tidak sedikit pula keluarga yang menjadi korban kasih sayang sehingga terjadi konflik yang membuat anak bingung memilih hidupnya. 

Di tangan Gubernur Jawa Barat bapak Ridwan Kamil yang visioner dengan program-program yang pro rakyat berbasis pemberdayaan menjadi harapan yang berkelnjutan dan bisa dirasakan oleh anak cucu kedepan. Lima tahun kebelakang dan akan terus berlanjut saya sudah menggagas program literasi di kampung untuk memastikan dan mengkoordinir anak-anak dalam berupaya meningkatkan sumber daya manusia. 

Budaya baca harus dibiasakan sejak dini sebagai investasi masa depan sehingga pola pikir mereka tumbuh berkembang seeiring berjalannya waktu akan pentingnya pendidikan dalam menjalankan kerasnya kehidupan. Saya sekarang sudah menggagas pojok literasi diruang publik seperti di angkutan umum, di Puskesamas, di Pesantren, di Sekolah dan lain-lain. 


Kemudian mimpi saya yang harus direalisasikan kedepannya adalah memastikan genrasi Jawa barat  kedepan menjadi generasi literat dengan mengimplementasikan pojok baca diruang-ruang publik sebagai bentuk pelayanan Jabar Juara lahir Bathin sehingga Jawa Barat mendongkrak indek pembangunan manusia negara Indonesia. Indah dan bahagia rasanya ketikaJawa Barat dan Indonesia kedepan di angkutan umum, puskesmas, pos ronda, bank, wisata, taman-taman kota, di semua ruang Publik fasilitasnya ada pojok baca yang kemudian setiap individu merasa rugi kalau tidak baca dan bawa buku.  Dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat menjadi kolaborasi yang indah pada waktunya untuk memulyakan manusia di tanah Jawa Barat dan Indonesia. 


Sosok pemimpin yang milineal Gubernur Jawa Barat harus dimanfaatkan oleh semua kalangan baik itu praktisi pendidikan , ekonom, sosiolog, politisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Saya meyakini ketika semuanya berkontribusi sesuai bidangnya masing-masih dengan penuh tanggungjawab maka mimpi itu akan kita raih. Ada nasihat yang saya dapatkan dari Sekda Sumedang 2019 Kalau menurus kebun paling gagal panennya 4, 6 bulan tapi kalau salah mengurus pendidikan gagalnya satu generasi. Jawa barat tidak ingin hal itu terjadi di kemudian hari kita harus saling berkolaborasi harus optimis membangun peradaban Jawa Barat Juara Lahir Bathin.

0 Response to "Jawa Barat Literat Lahir Batin"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel