Siapa Yang Akan Menjadi Presiden Republik Indonesia Periode 2019 sampai 2024?

Lingkarcara.com - Pemilihan presiden tahun 2019 akan segera digelar 17 april 2019, bermacam cara dilakukan agar bisa dipilih oleh rakyat. Ada dua paslon yang menjadi kandidat pemilihan tahun ini, yaitu Paslon no 1 Jokowi Dodo dan KH. Ma'ruf amin, dan Paslon no 2 Prabowo dan Sandiaga Salahudin Uno. 

Jokowi Dodo sudah menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2014 sampai 2019, kita sudah bisa merasakan nikmat dan pahitnya kebijakan dari Jokowi Dodo tersebut. Salah satu kebijakan Jokowi Dodo adalah jalan harus bagus dari setiap desa, karena dana desa sangat besar 1 Milyar lebih setiap tahunnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa jalan yang dibangun bisa kita rasakan sekalipun hanya 1 km setiap desa. 

Masih banyak lagi pembangunan Insfrastuktur yang sudah dirasakan oleh warga jakarta dan sekitarnya, kalau dikampung saya kira kurang begitu bagus dalam pembangunan Infrastruktur.

Sangat dirasakan oleh masyarakat Desa dalam urusan ekonomi yaitu harga bahan pokok, BBM, listrik, pupuk, dan lain sebagainya.



Kelemahan kebijakan Jokowi Dodo tidak mengangkat guru honorer secara berkala {setiap tahun} menjadi PNS. Perlu diketahui bahwa gaji guru honorer di kampung saya Rp.150.000 sampai Rp.300.000 perbulan. Ini alamatnya jika anda penasaran Desa Girijaya Kecamatan Pasirkuda Cianjur. Bisa anda cek ke kecmatan dulu deh di kecamatan Pasirkuda. 

Uang 150.000 cukup beli apa sih? dalam waktu 4 hari juga habis, buat beli ini dan itu, belum lagi beli peralatan bayi untuk yang sudah berkelurga dan memiliki anak. Jadi wajar jika Indonesia tidak akan menjad negara yang maju karena Guru untuk menopang agar anak bangsa cerdas tidak dihargai dengan sepenuh hati oleh negara.

Unuk Pasangan Calon No 2 Prabowo dan Sandiaga Uno tidak akan saya bahas secara mendalam karena belum menjabat menjadi Presiden, Pembahasan saya terkait dengan Visi Misi sja,

Prabowo sandi akan memberikan gaji yang pas sesuai dengan ketentuan untuk Guru Honorer di seluruh Indonesia, inilah yang ditunggu-tunggu oleh seluruh guru seindonesia, saya pastikan Guru di seluruh Indonesia terutama Guru Honorer akan mendukung Paslon no 2. 

Hasil debat Capres dan Cawapres 1, 2 dan 3 sudah kita lihat bersama, saya yakin anda sudah bisa mendapatkan pilihan dalam hati masing-masing, kita tunggu debat ke 4 dan ke 5 semoga kita bisa mempatenkan pilihan dalam hati sesuai selera.

Jadi siapakah yang akan menjadi Presiden Republik Indonesia Periode 2019 sampai 2024?

Yang akan menjadi Presiden Rebublik Indonesia Periode 2019 sampai 2024 adalah Paslon yang berkata apa adanya sesuan dengan fakta, jujur, amanah, merakyat dan mampuh membangun negeri ini dari dasar (Memberikan Gaji sesuai dengan UMR kepada Guru Honorer, atau mengankat guru honorer menjadi PNS), membangun jalan kampung menjadi bagus seperti di kota.

Kenapa saya cantumkan Guru Honorer, karena saya ingin membangun negeri tercinta ini dari dasar, masa depan kita ada pada siswa dan siswi Sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Perlun anda ketahui bahwa Negara Kita termasuk negara yang memberikan gaji kecil di Dunia kepada Guru.

Berikut 21 negara yang menggaji guru paling besar di dunia dikutip dari Huffington Post Terbit 2010.

Gaji di 21 negara tersebut mungkin sudah naik.
Kurs $1 = Rp 11.200, sekarang jauh lebih mahal.

1. Singapura

Gaji guru di negara berlambang singa itu mencapai USD45.775 atau senilai dengan Rp512 juta per tahun.

2. Amerika Serikat (AS)

Negeri Paman Sam itu menghargai para guru dengan menggaji mereka sebesar USD44.917 per tahun. Jumlah tersebut setara dengan Rp503 juta.

3. Korea Selatan

Di posisi ketiga, terdapat Korea Selatan yang membayar gaji guru sebesar USD43.874 atau senilai Rp491 juta per tahun.

4. Jepang

Terpaut Rp2 juta, para guru di Negeri Sakura rata-rata menerima gaji senilai USD43.775 (Rp489 juta) per tahun.

5. Jerman

Lain halnya dengan Jerman. Rerata guru di Jerman digaji sebesar USD42.254 atau senilai Rp471 juta per tahun.

6. Swiss

Dengan selisih sekira Rp33 juta, Swiss berada di peringkat keenam. Negara yang dikenal netral itu menggaji para guru di negaranya sebesar USD39.326 atau yang senilai dengan Rp438 juta per tahun.

7. Belanda

Rata-rata guru di Negeri Kincir Angin memperoleh gaji senilai USD37.218 (Rp415 juta) per tahun.

8. Inggris (UK)

Negera di bawah asuhan Queen Elizabeth II menempati posisi kedelapan dengan rerata gaji guru per tahun d sana yang mencapai USD33.377 atau sebesar Rp372 juta.

9. Israel

Terpaut Rp10 juta, Israel menempati urutan kesembilan. Para guru di Israel rata-rata memperoleh gaji sebesar USD32.447 yang senilai dengan Rp362 juta per tahun.

10. Spanyol

Negeri Matador itu membayar gaji guru rata-rata USD29.475 per tahun. Jumlah tersebut setara dengan Rp329 juta.

Menjadi guru bukanlah pekerjaan mudah. Sebab, salah satu faktor keberhasilan pendidikan di sebuah negara adalah guru. Maka, tidak heran ketika para guru di sejumlah negara memiliki pendapatan fantastis per tahun.

Meski demikian, Finlandia yang merupakan negara dengan pendidikan terbaik se-dunia tidak berada di urutan pertama. Finlandia berada di peringkat 12 dengan rerata gaji guru di sana sebesar Rp321 juta per tahun.

Baca Selengkapnya 21 Negara yang Memberi Gaji Besar di Dunia

Semoaga kita diberikan Presdien yang terbaik, Amin.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel