Puisi : Dosaku Padamu Ibu

Lingkarcara.com - Ibu merupakan sosok paling mulia yang ada di dunia ini, beliau sudah mengandungku sembilan bulan, menyusuiku selama dua tahun dan merawatku. Begitu hebat Ibu di mataku dan mata kita semua, pengorbanannya sangat besar tidak bisa kita balas dengan harta dan jabatan, hanya Allah yang bisa membalasnya.

Semua orang pasti ingin bersama Ibu, dekat dengan Ibu, dan bersama-sama selamanya dengan Ibu, ingat bahwa jika kamu ingin seperti raja perlakukan Ibumu seperti raja. 

Sudahkah anda melakukan hal itu? 

Mungkin sudah mungkin juga belum, jika Ibumu masih ada mulai hari ini perlakukan Ibumu seperti raja maka kamu akan seperti raja.

Artinya kasih yang ibu mau, murah gak apa-apa yang penting baru dan bersih. Kemudian tawarkan diri anda Ibu mau apa?

Berikut ini puisi untuk Ibuku tercinta


Dosaku Padamu Ibu

Sembilan bulan aku berada diperutmu ibu
Kau menjagaku dengan penuh kasih dan sayang
Lahir aku kedunia ini adanya engkau ibu
Kau berkorban jiwa raga 
Kau taruhkan nyawa untukku
Tetesan airmata perjuanganmu
Menggguncang alam semesta
Malaikat Bershalawat Kepadamu

Ibu telah Menyususiku ...
Merawatku ...
Membimbingku... 
Siang dan malam tanpa lelah
Hingga aku besar seperi ini
Jasamu luar bisa besar wahai ibu
Hingga aku tidak bisa membalasmu

Kasih dan sayangmu tidak terbatas
Tidak terhalang oleh waktu
Tidak akan habis dimakan Zaman
Aku seslalu berdosa padamu Ibu
Detik demi detik hanya dosa yang ku lakukan
Sering aku membentakmu... 
Sering aku membantahmu...
Sering membuat ibu menangis...

Aku sadar aku anak durhaka
Dosaku bagaikan buih di lautan
Bagaikan pasir di Pantai
Maafkan aku ibu
Maaf seribu maaf ku persembahkan untukmu ibu
Ridhomu adalah Ridhonya Allah
Maaf...
Maaf...
Maaf ...
Yang bisa ku katakan untukmu Ibu.


HIJRAHKU

Waktu demi waktu kulalui 
Aku Termenung...
Aku Terdiam...
Aku Baru Tahu Bahwa Menutup Aurat Itu Wajib
Betapa Susah Dan Tersiksanya Batin Ini
Ketika Harus Menutupnya
Ya Allah Berikan Aku Hidayah
Yang Akan Membuatku Masuk Surga

Ya Allah aku Paham 
Bahwa Dosaku teramat besar
Dosaku teramat banyak
Satu helai rambutku terlihat bukan mukhrim
Api neraka akan menyambarku
Neraka sudah menantiku
Rambutku lebih dari 1000 helai
Sungguh panas dan pedih
Tidak bisa kubayangkan

Sering aku selfie 
Memposting di facebook
Berapa banyak orang yang mellihat auratku
Semakin lama semakin menumpuk
Dosa, dosa yang kuperbuat
Ya Allah aku baru sadar
Bahwa menutup aurat itu Penting

Aku berjanji akan berubah
Aku belajar menutup aurat
Mohon bimbing aku YA Rabb

KAU maha bijaksana Lagi maha penyayang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel