11 Penyebab Indonesia Tidak Makmur Yang Wajib Kamu Tahu

Lingkarcara.com - Indonesia merupakan negara subur negara bagaikan surga semua tanaman bisa tumbuh dengan baik dan bisa menghasilkan secara melimpah. Seumber daya alam melimpah ruah harusnya bisa membuat negara Indonesia makmur dan sentosa. 

Sumber daya alam seperti, batu bara, besi, aspal, tembaga, timah, emas, perak, berlian, mutiara dan sebagainya tersedia di Indonesia. Jadi wajar jika negara lain seperti belanda, jepang, inggris dan negara lainnya ingin menguasai Indonesia. Terbukti Belanda menjajah kita dengan mengambil sumber daya alam dan menyiksa rakyat Indonesia, jujur saja sampai hari ini saya masih ngenes terhadap Belanda karena mereka kita seperti sekarang ini.

Kekayaan alam Indonesia lainnya sangat sempurna dibidang rempah-rempah, seperti cengkeh, palawija, kayu manis, lada dan sebagainya. Indonesia harusnya bisa bangkit dari keterpurukan bisa menjadi negara yang kuat dan super power, bisa mengayomi negara lainnya.

Indonesia juga kaya dengan keragaman, kaya dengan kebudayaan, suku, etnis, agama dan sebagainya. Kekayaan tersebut hanya ada di Indonesia negara lain tidak memilikinya.

Saya membuat artikel ini bercita-cita ingin memajukan negara Indonesia tercinta agar menjadi negara yang makmur.


11 Penyebab Indonesia Tidak Makmur Yang Wajib Kamu Tahu

11 Penyebab Indonesia Tidak Makmur : 

1. Sumber Daya Alam dikuasai Oleh Asing

Sumber daya alam banyak dikuasai oleh asing, seperti korea, amerika serikat, china, jepang dan sebagainya. Kita menjadi babu di rumah sendiri sangat sedih rasanya pahit lidah ini mengalami nasib yang seperti ini. Perubahan sangat penting agar Sumber daya alam kita dikuasai oleh kita sendiri, usir orang asing dari Indonesia agar alam kita terjaga sampai anak cucu kita di masa depan.

Orang asing yang mengusai sumber daya alam kita, setelah berhasil mengirimkan barang tersebut mereka akan kembali ke nagaranya dengan tersenyum lebar dan berkata dalam hatinya "begitu bodoh orang Indonesia". 

Akibat dari perbuatan mereka timbulah bencana alam seperti longsor, sunami dan sebagainya. Saya mohon kepada pemerintah negara Indonesia jaga alam ini dengan baik ambil sumber daya alamnya untuk kita dan jangan di ekspor untuk kepentingan asing agar negara Indonesia makmur.

2. Sumber Daya Manusia Rendah

Rata-rata pendidikan orang Indonesia paling tinggi lulusan SMP, orang tua kita pendidikannya SD, jadi wajar untuk mengatur sumber daya alam di lingkungan sediri belum bisa apalagi di wilayah Indonesia.

Pemerintah mewajibkan pendidikan 9 tahun, hal tersebut sudah di laksanakan 5 tahun belakangan ini, kini Indonesia ingin menjadikan pendidikan 12 Tahun. 

Dulu Orang asing datang ke Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang hebat, namun kini orang Indonesia yang berangkat keluar Negeri untuk mendapatkan pendidikan yang bagus, ko bisa seperti ini karena orang asing mencuri ilmu kita dan memanfaatkan ilmu tersebut secara maksimal di negaranya.

Kurikulum CBSA Cara Belajar Siswa Aktif di gunakan sebagai kurikulum yang baik di Indonesia, namun dalam kenyataannya belum efesien. Kurikulum tersebut di ambil oleh Malaysia dan terbukti Malaysia bisa membangun pendidikan dengan baik menggunakan kurikulum CBSA. 

Orang Indonesia terlalu banyak teori semantara praktiknya nol besar, harusnya terori 5 persen dan peraktiknya 95 persen baru bagus.

Mencapai Sumber daya manusia yang bagus dan hebat tidak mudah, membutuhkan waktu yang panjang bisa merubah pola pikir menjadi rajib berusaha dan memperaktikan ilmu yang sudah di baca.

Membaca salah satu kendala Orang Indonesia, malas dan selalu malas akibatnya bisa dibodohi oleh orang asing. Tanamkan membiasakan diri untuk membaca agar kita bisa berkembang menyusul negara lain yang sudah sukses. 

Negara jepang misalkan, sudah menjadi aturan baku bahwa siswanya wajib membaca buku setiap hari, Sementara Indonesia tidak ada kewajiban seperti itu, wajar sumber daya manusianya rendah.

Cara Meningkatkan Sumber Daya Manusia Indonesia :
  • Sekolah setinggi-tingginya
  • Rajin membaca
  • Rajin memperaktikan ilmu
  • Sharing dengan teman
  • Manfaatkan waktu luang untuk mendapatkan ilmu
  • Rajib beribadah
  • Rajib bersedekah
  • Bantu orang yang kesulitan

3. Gaji Guru Rendah

Gaji guru rendah mengakibatkan negara tidak bisa berkembang, negara tersebut akan diam di tempat, sementara negara lain berlari mencapai asa dan cita-cita yang tinggi.

Guru yang ada di Indonesia terbagi dua katagory :

a. Guru PNS

Guru PNS merupakan guru yang sudah mendapatkan SK atau surat keterangan mengajar. Gaji yang diberikan mulai dari 3 juta sampai dengan 5 juta rupaih tergantung golongan.

Guru PNS bisa dikatakan sejahtera, kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi dengan baik dan di masa tua ada gaji pensiun.

b. Guru Honorer

Gaji guru honorer sangat rendah paling kecil 150 ribu sampai dengan 400 ribu. Bagaimana bisa sejahtera untuk memenuhi kebutuhan hidup saja tidak cukup, sementara tuugasnya sangat berat mendidik, membina, mengarahkan dan menjadikan orang yang sukses.

Wajar jika kinerjanya sangat rendah, hasilnya pun sangat rendah, akibatnya siswa terbengkalai, siswa akan tergusur oleh waktu hasiknya nihil tidak memiliki daya saing dengan baik.

Jika Indonesia ingin makmur dan sejahtera tentunya pemerintah harus berani memberikan gaji yang besar terhadap guru, baik PNS maupun Guru Gonorer. 

Negara luar seperti jepang menggaji guru tidak tanggung-tanggu 75 juta perbulan, negara Luksemburg menggaji guru 146 juta perbulan. Wajar pendidikan di sana menjadi nomor satu, sumber daya manusianya tidak main-main pada pintar dan cerdas.


Ayo Indoneisa bangkit untuk menggaji guru 10 juta perbulan, ingsta Allah sumber daya manusia kita akan meningkat setiap tahunnya.

Pemerintah menggelontorkan dana sebersar 187 Triliun untuk desa, menurut saya buat apa sih? harusnya dana tersebut untuk guru, anda tidak akan menjadi preseiden, mentri, wali kota, gubernur, bupati dan kepala desa jika tidak ada guru yang mengajar.

Masa gaji guru kalah dengan gaji pegawai desa aduh sangat tidak terpuji inimah. Untuk desa yang ada di kota mungkin bisa sibuk setiap hari, tapi desa yang ada di kampung aparat desanya sering saya lihat hanya ngobrol, duduk santai, bisa dibayangkan masyarakat yang datang ke desa tidak akan setiap hari, mereka datang kalau ada keluhan dan keinginan, seperti pembuatan kk, ktp dan surat lainnya.

Mereka di gaji 1.5 juta setiap bulan pekerjaanya hanya santai saja, sementara gaji guru 150 ribu setiap bulan pekerjaanya sibuk mengatur anak, mengurus anak, membimbing, membina, mengarahkan dan membenarkan jika ada perilaku anak yang menyimpang. 

Negeri ini tidak akan pernah makmur jika seperti ini terus, malahan akan hancur, tunggu saja kehancuran Indonesia.

Pemerintah harus berani memberikan gaji yang tinggi agar Guru sejahtera 10 sampai 15 juta perbulan Gaji yang layak Pemerintah berikan kepada guru. Merdeka Guru Sejahtera Indonesia Makmur.

4. Gaji Pengambil Sampah Rendah

Pemerintah harus memperhatikan gaji tukang sampah, jika hari ini gaji sang orange di Jakarta hanya 3 juta perbulan, segera ganti dengan gaji 12 juta perbulan agar negara ini bersih, sehat dan terbebas dari banjir.

Di negara Jepang ada tim namnya tim pencari bau, tugasnya mencari sumber bau di lingkungan sekitar selokan, aliran air dan sebagainya. Jika sudah menemukan bau langsung mereka bawa  tanpa mengenal jiji karena digaji dengan upah yang sangat besar 270 sampai 590 juta pertahun. 

Ayo Indonesia tiru negara lain agar menjadi negara yang kuat, kokoh dan tidak terkalahkan.

5. Penegak Keadilan Rendah

Aparatur pemerintah negara Indonesia memiliki penegakan hukum yang rendah, hukum bisa dibeli dengan uang, efeknya tidak adil untuk orang miskin, mereka dihukum dan tidak ada jaminan bisa keluar secara cepat, kalau dihukum 1 tahun ya 1 tahun, tapi kalau punya uang bisa lebih cepat keluar dengan adanya jaminan uang.

Pemerintah harus tegas memberikan keadilan hukum untuk semua orang. Lihat negara Saudi Arabia hukum yang digunakan hukum Islam, semua orang takut, negara tersebut menjadi negara yang makmur sekalipun tidak memiliki kekayaan alam yang banyak, hanya minyak bumi dan air jamjam yang mereka miliki, tapi bisa membangun negara yang hebat dan kuat.

6. Maraknya Korupsi

Korupsi sudah menjadi budaya, setiap pemimpin pasti telibat dengan kasus korupsi. Hukum harus tegas bila perlu potong tangan pelaku korupsi agar kapok dan terlihat oleh semua orang agar mereka malu.

Koruspi mengambil uang rakyat agar mereka kaya raya dengan cepat, ingat kamu akan celaka karena Tuhan maha tahu atas apa yang kamu kerjakan.

Wahai pemerintah Tumpas Korupsi sekarang juga.

7. Maraknya Kemaksiatan

Maksiat sudah menjadi hal yang biasa, dianggapnya tidak dosa padahal menumpuk dosa yang tak terhingga. Penegak hukum terhadap pelaku maksiat seperti, perzinahan, pelecehan seksual dan sebagainya sangat rendah, mereka bisa lolos dan lolos. 

Kasus yang sedang Viral kasus Vanesa Angel, sekali kencan di bayar 80 juta, laki-lakinya siapa sih seperti yang ditutup-tutupi mungkin pejabat yang terkenal makanya ditutupi. 

Inilah Indonesia kasus semacam ini pun dilindungi oleh aparatur pemerintah, saya yakin laki-lakinya seseorang pejabat penting karena tidak muncul kepermukaan, jika orang biasa dari mulai kasus ini tertangkap pasti sudah di informasikan kepada media.

Hukum yang melakukan kemaksiatan perempuan dan laki-lakinya, serta yang melindungi kegiatan tersebut supaya kapok dan jera. 

8. Maraknya Pengkonsumsi Narkoba

Indonesia merupakan sarang narkoba dari negara luar dan orang yang ada di dalamnya. Setiap hari penyelundupan narkoba lebih dari 100 kilo gram tertangkap, bisa saja ada yang lolos dari pantauan polisi.

Kenapa bisa seperti itu?

Hukum negara Indonesia lemah.
Bahkan di lapas bisa mengedarkan narkoba, itu berarti ada pihak dalam yang memberikan keleluasaan narkoba masuk lapas. 

9. Harga Bahan Pokok Mahal

Selama harga barang poko mahal Indonesia tidak akan pernah makmur, rakyat tidak akan pernah sejahtera. Harusnya pemerintah berani mengambil langkah untuk memurahkan harga barang pokok, supaya rakyat sejahtera.

Cara lainnya pemerintah harus menekan rakyat dengan cara menanam cape, bawang, kencur, kangkung, jahe, dan sebagainya di lingkungan rumahnya, agar kebutuhan sendiri bisa terpenuhi dari situ.

10. Kurikulum Pendidikan Terlalu Sulit

Kurikulum yang selama ini ada di Indonesia belum bisa memberikan kesejahteraan kepada guru, guru terasa diberikan beban yang sangat luar biasa, harus menyiapkan RPPlah, silabuslah, motede pembelajaranlah, dan tek tek bengek lainnya.

Harusnya pemerintah menyediakan RPP yang sudah siap pakai, guru hanya mengganti sedikit saja menyesuaikan dengan keadaan, tidak semua sekolah memiliki jaringan internet jadi hal tersebut bisa digantikan dengan yang lainnya.

11. Jauh dari Allah SWT

Orang Indonesia tidak akan pernah makmur selama mereka jauh dari sang pencipta Allah sang penguasa alam. Presiden Republik Indonesia harus yang paham tentang Islam, bisa mengaji, bisa shalat bisa memberikan pesan yang baik untuk rakyat.

Jika saya menjadi Presiden saya akan melakukan pidato untuk pertama kalinya :

  • Memerintahkan untuk selalu melaksanakan shalat berjamaah
  • Memerintahkan bersedekah 1000 rupiah setiap orang setiap hari
  • Bercocok tanam di rumahnya masing-masing sesuai dengan jumlah kepemilikan tanah
  • Bayar zajat
  • dsb
Jika seluruh rakyat Indonesia selalu shalat berjamaah, tentunya Islam akan kuat di mata dunia Internasional. Pemeimpin yahudi pernah berkata "seandainya umat islam melaksanakan shalat subuh seperti shalat jumat maka islam akan kuat, yahudi akan kalah" kekuatan silam tidak akan tertandingkan, dalam kenyataannya tidak demikian shalat subu paling satu baris.

Jika seluruh rakyat Imdonesia melakukan sedekah setiap hari 1000 rupaih maka Indonesia akan makmur dan sejahtera. Jumlah rakyat Indonesia 260 juta jiwa kalikan 1000 rupiah = 260.000.000.000, kalikan 30 hari 7.800.000.000.000 untuk mengaji guru sebenarnya dari sini sudah cukup. 

Caranya sediakan rekening pundi amal arag bisa tertampung dengan benar dan nanti alokasinya bisa tepat sasaran. Uang tersebut untuk apa dan siapa? Misalkan untuk menggaji guru, tukang kebersihan, dan membantu perekonomian orang miskin.

Ingat jangan pernah remehkan 1000 rupiah, kita bisa berjaya dengan uang 1000 rupiah, perbanyak sedekah nanti Allah yang akan mengembalikannya 10 kali lipat. 

0 Response to "11 Penyebab Indonesia Tidak Makmur Yang Wajib Kamu Tahu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel