Tradisi Unik Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Lingkarcara.com - Sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan, bulan penuh barokah dan penuh ampunan. Bulan Ramadhan bulan yang selalu dinanti-nantikan oleh umat Muslimin di seluruh dunia. Keutamaan bulan Ramadhan tidak akan pernah bisa ditandingi oleh bulan-bulan lainnya, diantara keutamaan bulan Ramadhan adalah diampuninya dosa sehingga kembali pada kesucian.

Suci artinya bersih tidak ada noda setetes pun kembali seperti bayi yang baru dilahirkan, seperti kertas putih yang belum ditulisi. Islam itu hebat segala perintah Allah memiliki keutamaan dan hikmah yang sangat luar biasa, mari kita sambut bulan suci Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan.

Orang Indonesia memiliki tradisi unik dalam menyambut bulan suci Ramadhan, dan tradisi unik ketika berada di bulan suci Ramadhan, mau tahu tradisi apa saja yang dilakukannya (Orang Jawa Barat) baca terus dan jangan pindah chanel.

Tradisi Unik Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Tradisi Unik Menyambut Bulan Suci Ramadhan

1. Baca Surat Yasin (15 hari sebelum masuk Ramadhan)

Sudah menjadi kebiasaan bahkan dianjurkan 15 hari sebelum memasuki bulan suci Ramadhan masyarakat setiap DKM dikumpulkan untuk membaca surat yasin, tujuan membaca surat yasin di antaranya :

  • Memohon dipanjangkan umur dengan selalu beribadah kepada Allah
  • Memohon Rizki yang banyak serta halal
  • Memomoh ditetapkan iman dan islam

Tiga permohonan tersebut sama seluruh Indonesia juga seperti itu. 

Berdosakah jika tidak membaca surat yasin?

Tidak karena ini bukan suatu kewajiban, ini hanya anjuran untuk membaca surat yasin secara bersama, membaca surat Yasin kapan saja dan dimana saja boleh hukumnya sunat.

Lantas kenapa membaca surat Yasin tidak dengan surat lainnya?

Surat Yasin merupakan jantungnya atau hatinya Al-quran, jika kita bisa mengambil hati maka semuanya pasti kita dapatkan, Allah akan mengqobul seluruh do'a hambanya, amin.

2. Papajar (Rekreasi)


Papajar berasal dari kata pajaro artinya Lacut atau pecah. Tradisi ini sebenarnya sangat berbahaya, karena bisa melupakan Allah dan bisa mendatangkan dosa.

Rekreasi ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat dan sekitarnya, banyak sekali orang yang melakukan tradisi ini, jadi sudah dipastikan akan melihat aurat, bersenggolan dengan lawan jenis dan berangkat dengan pacar. Jika anda berangkatnya dengan istri itu sangat dianjurkan supaya terhindar dari maksiat, Rekreasi yang dilakukan biasanya ke pantai, kolam renang, curug dan sebagainya


Saya bukan anti papajar, saya juga suka rekreasi, tempatkanlah segala sesuatunya dengan tepat, mari kita budayakan menyambut Bulan Ramadhan dengan membaca shalawat, Al-quran, istigfar, dan bacaan lainnya.

3. Beli Petasan 



Satu bulan sebelum bulan Suci Ramadhan petasan sudah diproduksi untuk di jual keseluruh Indonesia, tradisi ini sangat berbahaya untuk keselamatan anak kecil yang sudah biasa membeli dan membakar petasan.

Tradisi ini sudah lama ada dan akan terus ada dari generasi kegenerasi. Selain petasan ada lagi yang keren yaitu mercon dan kembang api. Saya suka dengan mercon dan kembang api selain lebih aman juga sudah pasti indah.

Lima hari sebelum masuk bulan suci Ramadhan petasan, mercon dan kembang apai sudah ada di masyarakat dan tentunya sudah rame dar der dor di mana-mana, di kota maupun di kampung.

Bahaya Petasan :
  1. Bisa melukai tangan, bahkan bisa putus jari
  2. Bisa membakar rumah
  3. Bisa mengagetkan orang lain, bisa meninggal dunia
  4. Bisa membuat orang lain marah karena terganggu


4. Main Layangan


Main layangan merupakan cara unik yang sangat menyengkan untuk meghilangkan stres dan kepenatan. Saya sangat suka main layangan bagaimana dengan anda?

Main layangan tradisi yang akan selalu ada sampai kapanpun, tradisi ini akan kita jaga dan diwariskan sampai anak dan cucu kita selanjutnya.

Main layangan memilki hal positif yang bisa anda pelajari dan anda lakukan, diantaranya berolahraga, berpikir cepat dan semua urusan terasa ringan.

Di tempat anda mungkin tradisinya berbeda, share melalui komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel