Oh Jadi ini yang Bisa Membatalkan Puasa

Lingkarcara.com - Pembatalan puasa wajib kamu ketahui supaya tetap bisa menjalankan puasa dengan baik dan benar sesuai dengan syarat dan rukun puasa. Di zaman ini terkadang banyak diantara kamu yang belum mengetahui pembatalan puasa secara keseluruhan.

Jika kamu tidak tahu bahwa hal ini membatalkan puasa tapi pada hari sebelumnya melakukan pembatalan puasa, tidak masalah karena tidak tahu. Makanya kamu harus banyak bertanya kepada para Ustadz setempat jangan tidur wae ayo bangun beraktivitas seperti biasanya supaya banyak tahunya dari pada tidaknya. 

Mohon di catat yah kalau tidak tahu dan lupa tidak membatalkan puasa hanya saja dosa karena tidak bertanya kepada yang lebih tahu. Makan dan minum sebanyak apapun kalau lupa tak jadi soal, yang menjadi masalah pura-pura lupa bahaya inimah.

Oh Jadi ini yang Bisa Membatalkan Puasa

Pembatalan Puasa

1. Memasukan Sesuatu Pada Lubang

Memasukan sesuatu pada lubang yang sudah tersedia pada anggota badan kita dengan sengaja maka batal puasanya pada saat itu.

Seperti makan, minum, memasaukan air pada hidung, telinga, dan sebagainya.


Makanya kalau wudhu tidak usah pake kumur dan membersihkan hidung atau nyedot air pada hidung takunya masuk ke dalam perut nanti batal puasanya.

Memasuakan sesuatu pada vagina juga batal puasanya. Berhubungan badan misalkan maka batal puasanya, terkecuali tidak puasa maka tidak batal kan tidak puasa.

Hukumannya berat jika ada suami istri sedang berpuasa kemudian melakukan hubungan badan, maksudnya langsung melakukan hubungan intim tidak minum dulu misalkan. 

Pada jaman Rosululloh ada orang yang jujur pernah melakukan hubungan Intim pada saat berpuasa maka Rosululloh memberikan hukuman kepadanya harus berpuasa 2 bulan berturut-turut kalau batal satu hari saja harus ngulang lagi dari awal. 

Orang itu berkata "Jangankan dua bulan baru beberapa hari saja saya sudah tidak kuat makanya melakukan jima" setelah itu Rosululloh menentukan hukuman yang kedua "kamu harus memberikan sedekah kepada fakir miskin" Rosululloh pergi ke dapur membawa sekeranjang kurma. "Nah silahkan bagikan kepada fakir dan miskin" Orang itu berkata "Saya termasuk orang fakir dan miskin Ya Rosululloh" Kata Rosululloh "Ambil saja kurmanya buat kamu"

Dari penggalan cerita di atas bisa saya simpulkan bahwa hukuman yang diberikan kepada hamba Allah tidak mesti A, di sesuaikan dengan kondisi orang tersebut dalam bahasa lain flexible. 

Intinya jangan melakukan jima pada saat sedang berpuasa, lakukan jima setelah berbuka di malam hari itu bebas terseah anda.


2. Murtad


Murtad seseorang yang keluar dari Islam dengan cara menyebah selain Allah atau mengakui bahwa selain Allah memiliki kekuatan. Seperti percaya dengan Dewa, keris, gunung dan sebagainya.

Ukuran murtadnya walaupun hanya satu menit, setelah itu Islam lagi maka dia berdosa dan wajib qodho.

Cara lain murtad dengan memanggil kepada orang teman kita, misalkan hai kafir kesini kamu, nah perkataan tersebut murtad. Memanggil kepada teman kita anjing, babi amaka termauk murtad keluar dari pada islam.


3. Haid


Ketiak sedang berpuasa kemudian datang haid maka wajib hukumnya berbuka karena sudah batal.

Kenapa haid membatalkan puasa?

Pertama, orang yang melaksanakan ibadah harus suci sementara haid kan keluar darah, darah itu najis jadi tidak sah beribadah jika ada najis.

Kedua, orang yang haid itu lemes, pinginnya marah terus makannya biar dia makan dan menenagkan diri.

Haid itu untuk perempuan jadi tidak ada alasan bahwa kamu sedang haid padahal laki-laku haha. Perempuan haid wajib mengqodho puasa, berbeda kalau sholat tidak wajib diqodho.


4. Nifas

Nifas atau masa setelah melahirkan. Normalnya waktu nifas 40 hari, paling banyak 60 hari. 

Seseorang yang sedang nifas harus diberikan makanan yang bergizi agar performanya kembali segar dan kuat beraktivitas. Pada masa nifas tidak boleh atau haram hukunya melakukan jima, sabar saja dan pahami istri anda baru melahirkan masa sudah di ajak gituan malu atuh ah.


5. Melahirkan


Perempuan yang melahirkan batal puasanya pada saat itu juga karena ada yang keluar dari Vagina yaitu darah dan bayi. Kewajibannya mengganti puasa di bulan berikutnya.

Suami harus menemani istri selama persalinan agar ibunya sehat bayinya juga sehat. 

6. Gila Walau Sebentar

Siapapun yang gila walau hanya sebentar maka hal tersebut membatalkaan puasa. Kewajiban dia setelah sadar mengqodo puasanya di bulan setelah bulan Ramadhan.

7. Mabuk Yang disengaja siang hari

Mabuk bisa dengan cara lain selain meminum alkohol. Seperti dengan sengaja mencium aroma lempok, kentut, kucubung dan sebagainya,  sehingga dia merasa pusing dan pingsan pada saat itu juga, setelah bangun dia langsung muntah dan sedikit kekurangan kesadaran.

Kesimpulan

Hindari pembatalan puasa agar puasa kita lancar selama sebulan penuh.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel