Syarat Wajib Puasa Ramadhan yang Sudah Terlupakan

Lingkarcara.com - Puasa memiliki Syarat sah dan syarat wajib, untuk syarat sah puasa ramadhan sudah saya bahas pada artikel sebelumnya. Pada kesempatan kali ini pembahasan tentang Syarat Wajib Puasa di Bulan Ramadhan, sebetulnya berlaku juga untuk puasa Sunnah.

Syarat artinya sesuatu yang harus dilaksanakan sebelum berpuasa. Wajib artinya harus atau mesti. Syarat dan wajib memiliki makna sama mesti dilakukan. Sudah 9 hari kita melaksanakan puasa di bulan Ramadhan tahun 2019 atau 1440 Hijriyah ini mari kita tingkatkan iman dan taqwa dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Seseorang yang tidak paham tentang syarat sah puasa dan sarat wajib puasa bisa berbahaya terhadap puasanya nanti bisa tidak sah atau batal puasanya. Makanya kamu harus memahami betul tentang syarat sah dan syarat wajib puasa.

Syarat Wajib Puasa Ramadhan yang Sudah Terlupakan

Syarat Wajib Puasa Ramadhan

1. Islam

Islam merupakan agama yang diridhoi oleh Allah Subhanahuwata'ala. Wajib untuk orang Islam berpuasa dan untuk orang non Muslim atau Kafir tidak wajib.

Jika orang non muslim ingin berpuasa silahkan saja tapi tidak sah, kecuali dia masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimah syahadt, Asyhaduallailahaillalloh waasyhaduannamuahammdarrosululloh. Setelah mengucapkan dua kalimah syahadat tersebut maka dia mendapatkan kewajiban seperti sholat, zakat, puasa, dan berhaji jika mampu.

Yuk Baca Cara Khotam Baca Qur'an dalam 30 Hari

2. Taklif

Taklif artinya sudah bisa melakukan sesuatu dengan sendiri tanpa bantuan orang lain. Seperti makan sediri, nyuci baju sendiri dan sebagainya. Orang yang sudah taklif mendapatkan kewajiban puasa di bulan Ramadhan. 

Bagaiamana dengan anak kecil apa sudah wajib puasa?

Tentu saja tidak wajib karena masih kecil apalagi usianya masih 4 tahun, belum taklifkan. Mereka berpuasa supaya melatih tubuhnya supaya kuat dan terbiasa, mampuh 5 jam ya udah makan aja gak masalah ko.

Baca Yuk 6 Tips Mengajak Anak Berpuasa di Bulan Ramadhan

3. Kuat Berpuasa

Seseorang yang sudah dianggap kuat berpuasa dari usia 10 tahun sampai 90 tahun. Kalau tidak kuat ya sudah batalkan saja, tapi wajib kodo atau menggantinya di hari selain bulan Ramadhan. 

Tidak kuat puasa dengan alasan sudah sepuh maka dia tidak wajib qodho dan wajib fidjah atau memberikan harta kepada pakir dan miskin, setiap hari wajib memberikan harta seukuran satu Mud.

Ukuran satu Mud sebanyak 0.6 Kg atau 600 gram. Boleh dipaskan menjadi 1 Kg, diberikan kepada fakir miskin setiap hari berarti 0.6 kg kalikan 30 hari 18 Kg.

Baca Juga 13 Keistimewaan Bulan Ramadhan

4. Sehat

Seseorang yang sehat mendapatkan syarat wajib berpuasa, jadi hukumnya wajib berpuasa. Kebalikannya jika sedang sakit maka tidak wajib berpuasa tapi wajib qodho atau mengganti puasa di luar bulan Ramadhan jika sudah sehat.

Bagaimana jika orang tersebut meninggal dunia?

Jika ada orang yang tidak berpuasa dikarenakan sakit kemudian dia meninggal dunia sebelum mengqodho puasanya maka kewajiban kepada keluarganya membayar Fidjah seperti no 3.

5. Iqomah

Iqomah artinya ada di tempat tinggal kita atau di rumah kita. Wajib berpuasa untuk kamu yang ada di rumah dan tidak sedang pepergian. Boleh membatalkan puasa untuk kamu yang sedang pepergian dengan jarak 80 Km baik itu masih kuat berpuasa atau tidak. Dianjurkan melanjutkan berpuasa sampai magrib tiba jika masih kuat.

Bagaimana jika perjalanan baru 40 Km sudah tidak kuat boleh membatalkan puasa tidak?

Jawabannya kembali ko no 3.

Kalau perjalanan hanya 10 Km kemudian berbuka tanpa sebab maka berdosa dan wajib qodho.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel