Penyebab Berhenti Menulis Artikel Blog Setiap Hari

Lingkarcara.com - Menulis artikel setiap hari bukan sesuatu hal yang mudah singkatnya sangat sulit. Banyak diantara teman kita yang memutuskan berhenti menulis artikel membiarkan blognya terbengkalai tidak terurus padahal sudah mengelurkan biaya yang tidak sedikit untuk membeli domain.

Perjalanan mendapatkan view suatu blog dan mendapatkan bonus berupa uang dari adsense sangatlah sulit, butuh waktu dan ekstra perjuangan yang berat. Di sini kita harus memiliki mental yang kuat seperti baja agar tidak putus asa dalam mencapai mimpi dan harapan yang sudah tersimpan dalam hati. Putus asa itu dosa maka dari itu mari kita sama-sama berjuang untuk mencapai cita-cita yang tinggi yaitu mendapatkan penghasilan dari adsense.

Memang sangat cape dan melelahkan dalam membuat artikel yang panjang dan mendalam, tapi hasilnya sangat puas karena bisa mencurahkan isi hati dituangkal dalam lembaran blog yang sangat unik dan menarik. Seseorang yang bisa menulis artikel setiap hari merupakan orang terpilih untuk terus memberikan ilmunya kepada semua orang yang berkunjung pada situs blog kamu. 


Sementara untuk kamu yang malas bahkan putus asa melanjutkan menulis artikel blog, itu sebuah kerugian yang nyata, karena akan berhenti mencipta karya sendiri, mentransfer ilmu, dan mendapatkan receh dari adsense. 

Penyebab Berhenti Menulis Artikel Blog

1. Blog Sepi Pengunjung


Pengunjung blog merupakan hal yang paling mendasar dalam membangun sebuah blog. Kita bisa berdiri karena ada pengunjung yang selalu memperhatikan dan memberikan komentar yang positif kepada kita. 

Secara otomatis jika pengunjung blog tidak ada atau sepi, maka sudah dipastikan menulis artikel terasa percuma karena tidak ada yang membaca. Tujuan membuat artikel ingin dibaca oleh orang lain, dan orang lain memberikan ucapan terima kasih kepada kita dengan mengklik iklan adsense.

Pengunjung tidak ada harapanpun sirna, cita-cita pun tenggelam, dengan sepi pengunjung blog banyak diantara teman kita yang berhenti menulis artikel secara instan.


2. Penghasailan Adsense Kecil


Jika pengunjung blog sepi sudah dapat dipastikan penghasilan adsensepun akan sepi alias tidak dapat apa-apa, jangankan ratusan ribu, recehpun hampa tidak ada sama sekali. 

Dengan penghasilan yang sangat sedikit banyak orang yang stress bahkan langsung berhenti menjadi blogger padahal ini baru awal dari keberhasilan sudah gagal mental, mentalnya tuh sangat cemen. 

Berhenti menulis artikel berarti memberhentikan penghasilan adsense, ingat bahwa keberkahan itu bukan besar kecilnya penghasilan kita melainkan tentang kita menerima rejeki tersebut, jika banyak bersyukur maka harta kita akan Allah tambahkan dan jika banyak kufur dan banyak mengeluh sudah pasti tidak dapat apa-apa melainkan siksa yang sangat pedih.

3. Tidak Memiliki Ide


Seseorang yang berhenti menulis karena tidak memiliki ide menurut saya termasuk orang yang malas. Bukan tidak memiliki ide melainkan malas mendatangkan ide menulis, ide menulis itu bisa datang kapan saja dan di mana saja.


Pada kenyataannya saya bisa menulis artikel setiap hari dengan mudah, karena sering melihat berita, membaca artikel orang lain dan sebagainya.


4. Sibuk Kerja


Sibuk dengan pekerjaan menjadi kendala yang sangat berat untuk menulis artikel. Saya sangat paham dengan hal itu, berarti kamu bekerja sangat lama sehingga tidak ada waktu untuk membuat artikel.

Saya juga bekerja, berangkat 06.30 pulang puluk 13.30. Saya masih banyak waktu untuk membuat artikel. 

Bagaimana dnegan anda?

Mungkin pekerjaan anda sangat lama dan panjang sehingga sangat melelahkan, berangkat pukul 06.00 dan pulang pukul 21.00, wajar saja tidak bisa menulis artikel.

Pengalaman saya jika ada niat sesibuk apapun sudah pasti bisa sekalipun waktu terbatas hanya 30 menit. Seperti halnya memba Al-quran jika tidak memaksanakn diri untuk membaca, waktu itu sangat cepat padahal bisa membaca Al-quran 2 sampai 3 halaman setiap hari.


5. Artikel di Tolak oleh Media Online


Ketika seseorang semangat membuat artikel kemudian mencoba menerbitkannya di media online atau situs online seperti kompas.com, liputan6.com dan seitu lainnya, kemudian mendapatkan kabar bahwa artikel kamu ditolak, perasaan kamu pasti sakit dan akan tergores luka pada hati sampai waktu yang belum bisa ditentukan, kecuali kamu menyadari hal itu bahwa hanya cobaan belaka. 

Saya juga pernah merasakan hal itu, makanya saya tidak berani lagi mencoba mengirimkan artikel di media online, saya lebih senang punya media online sendiri seperti situs blog lingkarcara.com ini. 

Ayo kawan jangan down ayo bangkit bangun media online sendiri seperti situs saya ini, di jamin artikel kamu bisa setiap haru terbit dengan gaya dan bahasa yang kamu kuasai.


6. Kritik Pedas


Sudah biasa di duni maya dan dunia nyata mendapatkan kritik dari bermacam aktivitas. Kritik blog atau kritik artikel merupakan cara kita medapatkan penilaian dari para pembaca agar kita bisa memberikan artikel yang lebih baik lagi dan lagi.

Kritik yang pedas terkadang membuat orang down bahkan terpuruk, tidak mau makan, tidak mau mandi dan tidak mau lagi mengelola artikel blog. Kejadian ini memang langka tapi bisa terjadi pada kamu jika mentalnya lemah, untuk itu harus kuat mental agar mendapatkan cita-cita yang sudah dituliskan dalam hati.

Cita-cita itu harus kamu kejar sampai titik darah penghabisan, berusaha dan berdoa.

7. Keluarga


Keluarga terutama Istri biasanya menjadi penghalang dalam membuat artikel karena mencuekan dia atau membiarkan dia sendirian di kamar atau nonton tv dan sebagainya.

Caranya supaya Istri kita paham dengan pekerjaan kita harus diberi tahu secara mendalam agar bisa paham dan tidak mengganggu pekerjaan kita dalam menulis artikel.

Akan lebih baik jika istri kita bisa memberikan ide dan gagasan tentang judul artikel, materi artikel dan sebagainya. Jika istri kita mempunyai potensi dalam membuat artikel beri satu blog agar dia bisa menulis artikel setiap hari, mantapkan hehe.

Kesimpulan

Membuat artikel setiap hari bisa kamu lakukan dengan cara komitmen dengan diri sendiri dan keluarga. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel