6 Alasan Siswa Jepang Dilarang Menggunakan Celana Dalam Kesekolah

Lingkarcara.com - Jepang terkenal dengan negara yang super power sangat kuat dibidang otomotif dan keindahan alamnya. Jepang juga satu satunya negara yang sering masuk piala dunia, itu berarti negara tersebut termasuk negara yang kuat akan disiplin.

Negara jepang juga terkenal dengan anak perempuannya yang cantik dan menawan. Kecantikannya sangat alami diturunkan dari nenek moyang mereka, berbeda dengan Korea yang lebih dikenal dengan cantik hasil operasi pelastiknya. Jepang juga sangat kuat dengan aturan yang telah di buatnya, seperti anak siswi pada saat sekolah tidak boleh menggunakan celana dalam, wajib mengggunakan kaos kaki panjang sampai lutut dan menggunakan rok mini 10 senti meter dari pusat hehe.

Masih banyak kewajiban dan larangan siswa dan siswi negara jepang yang sudah menyebar diInternet. Nah pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang alasan kenapa siswi di Jepang tidak boleh menggunakan celana dalam, ada apa sih sebenarnya? Tujuannya untuk apa coba? Sangat kontradiktif dengan Negara Indonesia yang mewajibkan memakai celana dalam dan menutup aurat. Penasaran gak yuk simak penjelasannya!

Kenapa Siswi di Jepang Tidak Boleh Menggunakan Celana Dalam Pada Saat Sekolah? Yuk Simak ini Jawabannya


6 Alasan Siswa Jepang Dilarang Menggunakan Celana Dalam Kesekolah

1. Memberikan Kelonggaran Beraktivitas


Aktivitas disekolah selain belajar di kelas sudah pasti belajar di lapangan terbuka seperti berolahraga volly, badminton, sepak bola dan sebagainya. Nah dengan aktivitas ini siswi merasa nyaman karena tidak menggunakan celana dalam, udara dari luar masuk akan terasa dingin dan dari dalam juga keluar, jadi sirkulasi udara berputar dan itu bagus untuk vagina.

Bisa kamu bayangkan dan bisa kamu praktikan di rumah jika dalam satu hari menggunakan celana dalam maka akan terasa berkeringat dan juga bau, harus ganti celana dalam bisa dua kali sehari.

Yuk Baca 16 Aplikasi Android Terbukti Pembayar

2. Agar Vagina Bernapas


Vagina juga butuh napas agar fresh setiap hari. Penyebab utama bau pada vagina tidak rajin mencuci dan juga pake celana dalam. Jadi pada saat sekolah vagina akan terus bernapas sampai selesai sekolah, karena kalau sudah sampai di rumah boleh memakai celana dalam.

Kesegaran vagina akan selalu terasa oleh siswi Jepang setiap hari, bahkan saking terbiasanya sampai lulus sekolah juga tidak pake celana dalam, ala biasa karena sudah terbiasa begitu kira-kira. 

3. Lebih Percaya Diri


Perempuan Jepang lebih percaya diri tidak menggunakan celana dalam dari pada menggunakan celana dalam. Kepercayaan diri ini di dapat pada saat sekolah, bahkan setelah menikahpun masih tetap percaya diri.

Kepercayaan diri ini akan terus diwariskan pada anak dan cucunya mereka sampai batas waktu yang sifatnya Unlimited. 

Baca Yuk Cara Menghilangkan Jejak Online di Whatsapp

4. Cantik dan Menawan


Tidak menggunakan celana dalam perempuan Jepang bukannya semakin meredup pamor kecantikannya melainkan semakin cantik dan menawan. Selain tidak boleh menggunakan celana dalam perempuan Jepang juga di wajibkan menggunakan rok mini, waw makin aduhay saja siswi jepang.

Siapa yang tidak senang melihat perempuan cantik, aku pun ingin melihat kecantikan orang Jepang langsung supaya makin percaya.

5. Supaya Guru Tidak Jenuh


Semua aturan yang dibuat mimiliki tujuan baik larangan maupun kewajiban. Tidak mengenakan celana dalam pada saat sekolah terdapat tujuan yang sangat penting agar guru-guru di jepang tidak jenuh dan stres.

Penampilan siswi jepang yang cantik, anggun dan juga mempesona sudah pasti memberikan daya tarik tersendiri kepada guru di jepang, jenuh dan stress hilang pada saat mengajar. Perlu diketahui bahwa tingkat stress di Jepang sangat tinggi akibatnya banyak yang melakukan bunuh diri, nah supaya tidak banyak yang melakukan hal itu maka dibuatkanlah aturan ini untuk para siswi.

6. Gampang Untuk Disentuh


Bukan hal aneh tentang seks bebas di Jepang. Konon kabarnya di Jepang sangat ideal untuk melepas keperawanan pada saat SMA, jadi wajar saja aturan ini dibuat untuk memberikan kesenangan kepada Guru dan orang yang ada disekitarnya.

Di Jepang di larang menyentuh, baik di depan umum maupun secara sembunyi tapi kalau mencium di depan umum tidak masalah dan itu boleh-boleh saja, malahan di anjurkan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel